Asap Karhutla Jadi Ancaman, Lapas Wahai Prioritaskan Kesehatan Warga Binaan
Wahai, indonesiatimur.co – Antisipasi dampak buruk kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai menyelimuti wilayah sekitar Pulau Seram Kabupaten Maluku Tengah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai ambil langkah cepat dengan membagikan masker secara gratis kepada seluruh Warga Binaan, Selasa (13/10/2026). Aksi preventif ini dilakukan sebagai kepedulian terhadap kesehatan para penghuni Lapas dari ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Pembagian masker dipimpin langsung oleh jajaran struktural beserta petugas medis Lapas di area blok hunian. Mengingat kualitas udara yang rentan memburuk, penggunaan masker dinilai menjadi proteksi awal yang sangat krusial bagi Warga Binaan yang tetap harus beraktivitas di lingkungan Lapas.
Perawat Lapas Wahai, Fajar Pradana Wisady, menyampaikan paparan partikel debu dan asap dari karhutla sangat berisiko memicu gangguan kesehatan pernapasan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan, seperti asma. “Paparan kabut asap yang terus-menerus memicu radang tenggorokan hingga ISPA. Selain membagikan masker, kami juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan berkala dan mengimbau Warga Binaan untuk memperbanyak konsumsi air putih guna menjaga daya tahan tubuh tetap optimal di tengah situasi cuaca ini,” ujarnya.
Langkah taktis ini didukung penuh oleh Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, yang menegaskan perlindungan kesehatan merupakan aspek fundamental agar program pembinaan kemandirian maupun kepribadian di Lapas tidak terganggu akibat penurunan kondisi fisik Warga Binaan. “Kesehatan Warga Binaan adalah prioritas kami agar mereka tetap mengikuti berbagai kegiatan pembinaan secara produktif dan aman tanpa terhambat gangguan kesehatan. Melalui pembagian masker ini, kami ingin memastikan hak-hak dasar mereka, khususnya di bidang kesehatan, terpenuhi dengan baik,” jelasnya.
Inisiatif dari pihak Lapas ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh para penghuni. Salah satu Warga Binaan, IP, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian cepat dari pihak Lapas. “Kami sangat berterima kasih karena petugas langsung tanggap membagikan masker. Akhir-akhir ini udara memang terasa kurang nyaman dan mulai pekat karena asap. Dengan adanya masker ini, kami merasa lebih aman saat beraktivitas di luar kamar hunian,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi lingkungan dan berkoordinasi dengan instansi kesehatan terkait demi memastikan seluruh lingkungan Lapas terbebas dari ancaman penyakit akibat karhutla. “Ini adalah langkah deteksi dini dan tindakan preventif yang wajib kami lakukan. Kami tidak ingin menunggu sampai ada Warga Binaan yang jatuh sakit baru bertindak. Perlindungan kesehatan menyeluruh bagi Warga Binaan dan petugas adalah tanggung jawab bersama di tengah kondisi cuaca ekstrem ini,” tuturnya.
Langkah cepat dan terukur ini tidak hanya melindungi kesehatan fisik para penghuni Lapas dari ancaman penyakit saluran pernapasan, tetapi juga memastikan terpenuhinya hak-hak dasar Warga Binaan agar proses pembinaan terus berjalan secara aman, lancar, dan produktif. Melalui pembagian masker gratis dan edukasi kesehatan ini, Lapas Wahai menunjukkan upaya nyata dalam mengantisipasi dampak buruk kabut asap karhutla dan mencegah penyebaran ISPA bagi seluruh Warga Binaan. (it-06)


